Wahyudi Rofik||Blog Pribadi


PSSI Lebih Baik Diskors daripada Dipimpin Nurdin

Posted in Berita by Wahyu Rofik on 20/02/2011
Tags: ,

pssi
Para aktivis peduli sepak
bola Indonesia
meminta Presiden
Susilo Bambang
Yudhoyono dan aparat penegak hukum melakukan
intervensi terkait dengan pergantian
pucuk pimpinan PSSI yang dinilai
tidak transparan. Terganjalnya dua
calon ketua umum PSSI non-
petahana, Jenderal TNI George Toisutta dan Arifin Panigoro, diduga
hanyalah permainan politik di
internal PSSI.

Dua calon lainnya, Nurdin Halid,
Ketua Umum PSSI periode
2007-2011, dan Nirwan Bakrie,
Wakil Ketua Umum PSSI 2007-2011,
telah mengantongi “tiket” untuk
maju ke ajang perebutan Ketua Umum PSSI 2011-2015.

Tindakan intervensi pemerintah
sebenarnya dapat berujung pada
sanksi skors. Namun, menurut
aktivis peduli sepak bola Indonesia,
hal tersebut tak separah jika PSSI
kembali dipimpin Nurdin. “Lebih baik PSSI diskors dua tahun oleh FIFA
karena ada intervensi pemerintah
daripada PSSI dipimpin Nurdin,” kata
Kapten Aliansi Suporter Indonesia
Djundan Hidayat pada aksi
demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/2/2011).

Intervensi yang dimaksud adalah
memanggil jajaran Komite Pemilihan
Ketua Umum PSSI dan
mempertanyakan transparansi
pemilihan. Jika diperlukan, Menteri
Pemuda dan Olahraga pun diminta tak ragu mencopot Nurdin sebagai
ketua umum. “Selama masa skors,
kita bisa memperbaiki organisasi
sepak bola Indonesia,” katanya.

Skors bukanlah sesuatu keadaan
yang sungguh memalukan. Nigeria,
yang sempat diskors akibat adanya
intervensi pemerintah tetap dapat
melaju ke Piala Dunia.

Seperti diberitakan, Komite Pemilihan
meloloskan Nirwan Dermawan
Bakrie dan Nurdin Halid sebagai
calon ketua umum PSSI periode
2011-2015, tetapi mengganjal
George Toisutta dan Arifin Panigoro. Sementara itu, calon wakil ketua
umum yang lolos adalah Nirwan
Dermawan Bakrie, Nurdin Halid, Bob
Hippy, dan Ibnu Munzir. Untuk calon
anggota komite eksekutif, 25 orang
lolos dan empat lainnya gagal.

Ketua Komite Pemilihan Syarif
Bastaman tidak bersedia
menyebutkan alasan tidak
meloloskan Arifin dan Toisutta. Tim
tidak akan memublikasikan alasan
karena menyangkut personal bakal calon. ”Alasan (tidak lolos) semuanya akan tertuang di dalam SK
(surat keputusan). SK itu bersifat
pribadi dan rahasia, kecuali yang
bersangkutan akan
menyebarluaskannya, ” tutur Bastaman.

Berdasarkan SK itu pula, lanjut
Bastaman, bakal calon yang tidak
lolos dan merasa dirugikan bisa
menempuh mekanisme banding.
Masa banding tiga hari terhitung
sejak 19 Februari. SK dibuat oleh sekretariat tim dan akan dikirimkan
kepada pihak-pihak yang
bersangkutan. Bastaman menjamin
pada Sabtu malam SK itu sudah
diterima oleh pihak yang
bersangkutan.

Dikutip dari kompas.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


%d bloggers like this: